SARIAWAN

Sebab terjadinya sariawan belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang dapat merangsang timbulnya sariawan. Misalnya keturunan, emosi (stress, tekanan jiwa atau depresi, dan kecemasan), dan beberapa faktor yang bersifat individual.

Beberapa faktor pendorong sariawan yaitu :

1. Luka pada mukosa mulut

2. Misalnya karena tergigit atau makan sesuatu yang keras atau tajam, menyikat gigi secara kurang tepat, ataupun akibat injeksi oleh dokter gigi. Luka-luka kecil tersebut dapat diserbu oleh bakteri mulut dan menimbulkan suatu reaksi tertentu sebagai mekanisme pertahanan tubuh sendiri.

3. Perubahan hormon

4. Pada sebagian wanita, hal ini berhubungan dengan siklus haid. Sariawan akan muncul secara berkala kurang lebih tujuh hari sebelum datangnya haid.

5. Kekurangan vitamin C, vitamin B12 dan besi

6. Hal ini terjadi hanya pada sebagian kecil penderita sebagai tanda-tanda awal kekurangan vitamin C, vitamin B12 dan besi.

Walaupun digolongkan sebagai penyakit ringan, namun sariawan dapat sangat mengganggu kenyamanan penderitanya apalagi jika sampai mengurangi nafsu makan.

Cara untuk mengatasi sariawan :

1. Gosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung zendium. Pada pasta gigi ini mengandung dua enzim yang dapat membentuk hidrogenperoksida. Kemudian peroksida ini dirombak oleh enzim dalam air liur menjadi hipotiosianat, yang berkhasiat sebagai antiseptik. Zat ini mungkin juga dapat menghambat bakteri yang diduga menyebabkan sariawan.

2. Menghindari makanan-makanan yang menimbulkan alergi.

3. Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup, antara lain dengan makan buah dan sayuran.

4. Menghindari timbulnya luka pada mukosa mulut, misalnya dengan menggosok gigi dengan hati-hati, makan dengan hati-hati agar tidak tergigit, dan lain-lain.

Jika sudah terkena sariawan, kita dapat mengobati sendiri dengan obat bebas untuk mengurangi gejala-gejalanya, antara lain :

1. Zat anti nyeri, yakni lidokain. Digunakan beberapa tetes pada kapas atau kasa yang ditempelkan pada luka, 2 – 3 kali sehari.

2. Antiseptic, untuk menghentikan perkembangan bakteri. Misalnya klorheksidin (tablet hisap), heksetidin, povidon-iod, campuran larutan peroksida 3% dengan larutan garam (1:1) (obat kumur), tingtur iod (dioleskan).

3. Kortikoida, untuk mengurangi radang dan nyeri. Misalnya triamsinolom dalam pasta mulut yang melekat pada selaput lendir.

Published in: on Mei 11, 2007 at 9:41 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://keyshani.wordpress.com/2007/05/11/sariawan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: