NUKLIR SEBAGAI ENERGI LISTRIK MASA DEPAN

Masa kini kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik sama pentingnya dengan kebutuhan terhadap sembako. Masuknya listrik ke desa dan kampung, telah mengangkat taraf hidup masyaraka desa ke taraf hidup yang lebih baik. Jika dulu penerangan cukup menggunakan lampu teplok dengan bahan bakar minyak tanah, sekarang beralih kepada penerangan listrik.

Dengan masuknya listrik ke pedesaan, televisi, komputer dan alat-alat elektronik lainnya marak hingga pelosok dusun. Hal itu pula yang telah banyak menyumbangkan ilmu pengetahuan kepada seluruh lapisan masyarakat, yang tadinya sering tertinggal informasi. Oleh sebab itu, secara alami pola hidup masyarakat desa mulai bergeser dari pola lama yang tradisional, menuju pola teknologi modern.

Bagi mereka listrik yang awalnya hanya untuk penerangan dan hiburan saja, penggunaannya telah meluas kepada kebutuhan lain yang dapat mendorong peningkatan berbagai usaha.

Krisis energi listrik saat ini mulai terjadi, hal ini disebabkan karena kita masih mengandalkan pembangkit konvensional yang ada. Selama ini untuk mencukupi berbagai kebutuhan seperti rumah tangga, perkantoran, pabrik, transportasi dan sarana komunikasi tertumpu pada PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air ) dan PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap ). Dengan perkembangan kemajuan dan pembangunan yang semakin meningkat di masa depan maka permintaan listrik pun akan semakin meningkat.

Permintaan listrik yang semakin meningkat tak bisa dipenuhi seluruhnya oleh pembangkit listrik yang telah dibangun. Debet air yang diperuntukkan bagi PLTA semakin hari semakin surut dan tidak stabil. Terlebih di musim kemarau tentu sangat menyulitkan PLTA.

Sementara itu negeri ini tidak bisa hanya mengandalkan PLTU denagn membangunnya lagi secara besar-besaran. Karena menurut sumber yang bisa dipercaya, bahwa meski Indonesia kaya dengan kandungan bahan galiannya, tetapi batubara yang ada yang memenuhi standar baku mutu emisi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah batubara dengan sulfur kurang dari setengah persen. Sedangkan persediaan yang ada di negeri ini yang memenuhi syarat tersebut hanya sekitar delapan sampai sembilan persen saja dari keseluruhan cadangan. Seperti diketahui bahwa emisi SOx dan NOx yang tinggi akibat dari hasil pembakaran bahan bakar fosil, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berbahaya, yang menimbulkan hujan asam.

Untuk memenuhi pasokan listrik masa depan negeri ini, selain tetap dipasok oleh pembangkit-pembangkit konvensional, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN ) adalah suatu pilihan yang tepat. PLTN akan sanggup memasok kebutuhan tenaga listrik yang besar dengan bahan bakar yang irit, dengan produk yang tinggi, dan lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.

Published in: on Mei 11, 2007 at 9:26 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://keyshani.wordpress.com/2007/05/11/nuklir-sebagai-energi-listrik-masa-depan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: